Rusia Minati Pembangkit Nuklir di Kaltim

Headline

INILAH.COM, Samarinda – Investor Rusia berminat untuk membangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalimantan Timur (Kaltim). Pasalnya, topografi dan geografis Kaltim tak berpotensi terjadi gempa dan aman untuk dibangun PLTN.

Hal itu terungkap dalam pertemuan ‘Marketing Investasi Indonesia’ garapan Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) di Moscow pada 11-16 September lalu. Kepala Badan Perizinan mengungkapkan, Penanaman Modal dan Investasi Daerah (BPPMD) Kaltim HM Yadi Sabian Noor kepada Koran Kaltim kemarin.

“Investor Rusia sudah siap untuk berinvestasi membangun PLTN di Kaltim karena Kaltim tidak terkena dampak dan tak berpotensi gempa. Selain itu, investor mereka juga berminat membuat pabrik pengolahan limbah sampah menjadi tenaga listrik.
Meski belum bisa disebutkan angka investasi itu, tapi minat mereka sudah ada, tergantung kebijakan Gubernur saja,” kata Yadi.

Bahkan, pengusaha asal Rusia dijadwalkan akan melakukan presentasi di hadapan Gubernur terkait kesiapan mereka menanamkan modal di Kaltim dibarengi dengan kompensasi yang mereka inginkan dari sumber daya alam Kaltim.

“Total investasi dan biayanya akan ditanggung investor, tapi komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan lahan dan memberi keamanan dan kenyamanan terhadap investasi mereka serta dalam pelaksanaan pekerjaan. Terkait kompensasi, yang akan mereka terima tentu lahan konsesi dan mengangkut hasil bumi Kaltim yakni batu bara serta lahan perkebunan untuk dijadikan sektor usaha di Kaltim. Tapi, soal konsesi lahan dan kompensasi tergantung pembicaraan investor dengan gubernur sebagai kepala wilayah dan wakil pemerintah pusat di daerah,” tambahnya.

Tak hanya itu, pengusaha asal Rusia nampaknya juga siap melanjutkan investasi pembangunan rel kereta api menghubungkan Kaltim dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan, jika perizinan dari Kalteng tak diperoleh maka pihak investor akan fokus membangun rel kereta api di Kaltim dengan outlet Pelabuhan Internasional Maloy di Kutai Timur.

“Untuk rel kereta api pengangkut batu bara di Kaltim, mereka sudah menyiapkan proposal yang akan disampaikan dan dipresentasikan ke Gubernur. Jika memang Kalteng tak bersedia maka Rusia akan membangun rel kereta api di Kaltim jika mereka diizinkan untuk berinvestasi. Karena itu mereka akan sowan ke Kaltim dan menemui Gubernur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain animo investor Rusia untuk berinvestasi di Kaltim, nampaknya Rusia juga memiliki lembaga khusus yang mengelola investasi para pengusaha dan konglomerat di Rusia. Dana investasi yang terkumpul itu dikelola untuk mencari sejumlah negara berkembang dan berpotensi untuk memberikan dukungan investasinya.

“Kaltim merupakan salah satu provinsi di Asean yang akan disasar investor Rusia. Karena mereka menilai bahwa perekonomian Indonesia sangat baik dan aman untuk berinvestasi, terlebih dengan potensi sumber daya alam dimiliki Kaltim yang membuat mereka sangat berminat ke Kaltim,” tambahnya. [koran kaltim/lal]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: