WAWANCARA EKSKLUSIVE BP. YUNGKY SETIAWAN DENGAN CNBC ASIA

WAWANCARA EKSKLUSIVE BP. YUNGKY SETIAWAN DENGAN CNBC ASIA
Pada hari Jum’at, tanggal 26 Februari 2009, merupakan saat yang membanggakan bagi kita insan Bank Mega. Karena tepat pukul 07.40 WIB – Direktur Utama Bank Mega – Bapak Yungky Setiawan mendapat kesempatan dan undangan dari Stasiun Televisi Internasional di Singapura dengan jaringan yang demikian luas – CNBC Asia dalam sebuah wawancara ekslusif dengan anchor Martin Soong dalam segmen Squawk Box.

Satu hari sebelumnya – Bapak Yungky Setiawan juga diundang sebagai pembicara tamu / key note speech pada kongres internasional “Annual Asian Financial Services Congress 2010” yang diselenggarakan di Raffles City Convention Centre – Singapura. Topik yang diangkat Pak Yungky pada kongres tersebut adalah Partnership for Growth – Business case : PARA Group.

Berikut wawancara Bapak Yungky Setiawan dengan CNBC Asia :

MARTIN SOONG :
Indonesia telah sukses melewati krisis global dengan sangat baik dengan prospek ekonomi dalam negeri yang lebih baik, para pemberi pinjaman, pihak perbankan serta lembaga keuangan lokal dan juga luar negeri berusaha untuk mengatasi berbagai pemicu krisis tersebut dengan baik.

Telah hadir bersama kami Mr. Yungky Setiawan CEO – Bank Mega juga Mr. Steven Davis dari Javelin Wealth Magazine.

Selamat Pagi Mr. Yungky, senang bisa hadir pagi ini bersama kami, sebagai salah satu penyedia jasa keuangan di wilayah Asia menanggapi fenomena tersebut, apa yang menjadi pesan utama bagi kita ?

YUNGKY SETIAWAN :
Selamat Pagi,
Berbicara tentang sinergi dan rekanan dalam perkembangan usaha kami, bahwa ada satu kisah yang menjadi pegangan bagi internal Bank Mega maupun lingkungan Grup kami sendiri sehingga kita berhasil menerapkan suatu sinergi dalam menghadapi krisis ini dengan baik hingga hari ini.

MARTIN SOONG :
Ok, apa cerita di balik itu semua ? Bagaimana anda melakukan sinergi ini ?

YUNGKY SETIAWAN :
Kami adalah sebuah bank yang dimiliki oleh sebuah grup bernama PARA, yang mana grup tersebut bergerak di tiga bisnis utama yaitu jasa keuangan, hiburan dan gaya hidup, serta media.

Dalam grup tersebut kami memiliki beberapa jaringan retail sendiri seperti Coffee Bean & Tea leafs, Baskin Robins Ice Cream, Butik dari merek – merek ternama seperti Canali, Brioni, Etienne Aigner, Miu miu, Prada.

Dan cerita sukses sesungguhnya adalah bagaimana bisnis kartu kredit Bank Mega memiliki jaringan yang terhubung dengan para pebisnis retail tersebut. Sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan bank kami, dan bagi para pebisnis retail untuk berkembang juga sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi para konsumennya.

ANCHOR 2 :
Pak Yungky, berbicara tentang penggerak pertumbuhan bisnis perusahaan, seberapa besar kontribusi sistem syariah bagi anda ?

YUNGKY SETIAWAN : Maksud anda Bank Syariah?

ANCHOR 2 : Ya

YUNGKY SETIAWAN :
Sebenarnya Bank Mega adalah berdiri sendiri dan tidak berhubungan dengan Bank Syariah. Di dalam Grup kami memang terdapat Bank Mega Syariah yang merupakan institusi yang berbeda dengan Bank Mega. Perbankan Syariah merupakan kekuatan margin baru di pasar keuangan, dimana ukurannya memang belum besar namun memiliki potensi yang sangat besar.

STEVEN DAVIS:
Bisakah anda ceritakan sedikit pandangan anda tentang Indonesia yang dinilai sebagai tempat investasi yang kurang baik dalam periode 12 bulan terakhir ini, juga sempat mengalami sedikit koreksi index, namun berubah menjadi wilayah yang berkembang, perekonomian yang terus bertumbuh, eksportnya juga, dan yang lainnya…?

Apakah anda sependapat dengan persepsi yang beredar belakangan ini yang sangat berbeda dengan periode sebelumnya, bahwa keadaan perekonomian Indonesia lebih stabil dan jauh lebih aman ?

YUNGKY SETIAWAN :
Ya, menurut hemat saya dalam industri dan perbankan kita telah banyak belajar dari krisis di tahun 1998, kami telah melakukan banyak perbaikan di area tersebut. Secara fundamental dan ekonomi saya kira Indonesia cukup kuat karena kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa, konsumsi domestic bruto dan tingkat populasi yang sangat tinggi sekitar 230 juta jiwa dan dalam perhitungan terakhir akan mendekati 235 juta jiwa pada tahun 2030. Atas dasar tersebut bisa kita gambarkan seberapa potensial dan prospek Indonesia yang luar biasa sebagai pangsa pasar.

Kemudian tenaga kerjanya, sumber daya manusianya, merupakan beberapa indikator yang menjadi acuan negara kami. Dan jika anda melihat sedikit kebelakang tentang perkembangan pertumbuhan GDP kami, juga perndapatan per-kapita kami, disitu terlihat sungguh stabil.

Data terakhir yang saya miliki pada tahun 2006 bahwa pendapatan per-kapita Indonesia telah mencapai US$ 1,600, kemudian minggu lalu saat saya berbincang – bincang dengan beberapa para pelaku ekonomi utama di Jakarta mengemukakan bahwa pendapatan perkapita kita tahun lalu telah menyentuh angka US$ 2,400 ini menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

ANCHOR 2 :
Pak Yungky, kita melihat bahwa telah terjadi pembelanjaan dana yang cukup besar di bidang infrastruktur di beberapa negara seperti yang terjadi di Indonesia, sebagai akibat dari sistem stimulus likuiditas yang berlaku belakangan ini.

Bagaimana bank anda terlibat sebagai instrument dalam usaha menjadi jawaban bagi kebutuhan pendanaan proyek – proyek infrastruktur tersebut ? Apa yang menjadi penggerak anda ?

YUNGKY SETIAWAN :
Bank Mega telah terlibat dalam beberapa pendanaan infrastruktur di negara kami, sebagai contoh kami melakukan perjanjian kerjasama dengan perusahaan listrik negara (PLN), sebesar Rp 5 Triliun dalam usaha mendukung proyek pengembangan mereka.

Kami juga melakukan pendanaan untuk 3 jalan bebas hambatan atau disebut jalan Tol di tiga wilayah; Makasar, Surabaya dan Jakarta. Jadi saya berpendapat bahwa usaha membantu pemerintah dalam pendanaan pengembangan infrastruktur adalah menjadi kunci.

Karena pertumbuhan ekonomi negara sangat erat kaitannya dengan tersedianya fasilitas infrastruktur untuk melayani kebutuhan masyarakat negara tersebut.

MARTIN SOONG : Baik pak Yungky !, terima kasih telah bergabung bersama kami dan sungguh luarbiasa bisa berbincang – bincang dengan anda.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: