23 Februari 2010 — Perceraian bukan kehendak Tuhan

Tanggal: Selasa, 23 Februari 2010
Ayat SH: Matius 19:1-12

Judul:  Perceraian bukan kehendak Tuhan

Menurut suatu survei yang diadakan di Amerika Serikat, lima di
antara sepuluh pernikahan berakhir dalam perselisihan dan
perceraian yang pahit. Kelima sisanya tetap utuh seumur hidup,
tetapi dengan derajat ketidakharmonisan yang berlainan. Lama
kelamaan perceraian jadi hal lumrah.

Dengan maksud untuk mencobai Yesus, orang Farisi menanyakan masalah
perceraian kepada Yesus. Mereka ingin melibatkan Yesus dalam
pertentangan pendapat di antara dua aliran Farisi yaitu Shammai
dan Hillel. Shammai ketat mengajarkan bahwa seorang laki-laki
hanya boleh menceraikan istrinya bila kedapatan berzina. Hillel
lebih kendur mengajarkan bahwa seorang laki-laki boleh
menceraikan istrinya dengan alasan apa pun. Yesus tidak masuk ke
dalam pertentangan mereka, melainkan Ia membawa mereka kembali
kepada tujuan semula Allah mendirikan institusi pernikahan.
Yaitu agar laki-laki dan perempuan menjadi satu kesatuan dari
dua pribadi yang berbeda latar belakang, kebiasaan, budaya,
sifat, konsep berpikir, dan perilaku. Mereka harus meninggalkan
dan menyingkirkan segala hal dan ikatan yang dapat menghambat
keharmonisan dan kesatuan mereka. Apa yang telah dipersatukan
Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia (ayat 6). Musa
mengizinkan perceraian (Ul. 24:1) karena ketegaran dan kedegilan
hati orang Israel yang suka melawan aturan dan kehendak Tuhan.
Padahal sejak awal Tuhan tidak menghendakinya (Mal. 2:16).
Perceraian juga akan  menimbulkan luka mendalam bagi
masing-masing pasangan maupun anak-anak mereka. Lagipula siapa
yang bercerai, kecuali karena pasangannya berzina, lalu menikah
lagi, sesungguhnya ia sudah berbuat zina.

Dengan anugerah Tuhan dan kesetiaan, kita harus memelihara
pernikahan kita. Tuntutan Tuhan terhadap pernikahan memang
ketat, tetapi hal ini tidak harus membuat kita memilih hidup
membujang saja. Ada karunia khusus untuk seseorang membujang,
yaitu agar fokus dalam melayani Tuhan dan membawa orang-orang
datang kepada Kristus.

e-SH versi web:          http://www.sabda.org/publikasi/sh/2010/02/23/

Ayat Alkitab:                 http://alkitab.sabda.org/?Matius+19:1-12

Matius 19:1-12

1. Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu,
berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di
seberang sungai Yordan.
2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun
menyembuhkan mereka di sana.
3. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai
Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan
isterinya dengan alasan apa saja?”
4  Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan
manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
5  Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah
dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu
menjadi satu daging.
6  Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena
itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan
manusia.”
7  Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa
memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan
isterinya?”
8  Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa
mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula
tidaklah demikian.
9  Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan
isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan
lain, ia berbuat zinah.”
10  Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian halnya
hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.”
11  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua orang
dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
12  Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir
demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian
oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian
karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang
dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: