Mesin Data Virtual Bisa Hemat Listrik Rp 400 Miliar

Jakarta, August 28 2008 – Yohanes Dwi Anggoro kutipan dari detik.com



Jakarta – Teknologi virtualisasi data center, selain bisa mewujudkan lingkungan TI yang hijau, juga berpotensi menghemat konsumsi listrik industri di Indonesia hingga 400 miliar rupiah.

Demikian klaim Bambang Patrap Yakin, Presiden Direktur PT Datacraft Indonesia, dalam seminar edukasi pelanggan mengenai solusi Data Centre and Storage di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian pengelola TI saat ini adalah bagaimana menghadirkan efisiensi energi untuk data center. Perusahaan biasanya menempatkan beberapa mesin server dan mesin penyimpanan data pada data center.

Pemanfaatan sejumlah mesin tersebut menimbulkan kebutuhan akan energi yang tinggi, SDM untuk pengendalian, ruang yang lebih luas dan berpotensi meningkatkan beban biaya operasional seperti biaya listrik, dan lebih jauh meningkatkan nilai kompetisi dan kelangsungan bisnis perusahaan.

Oleh sebab itu, lanjut Bambang, virtualisasi kini menjadi kebutuhan bagi pengembangan infrastruktur TI perusahaan, karena memungkinkan peningkatan efisiensi konsumsi daya dan utilitas server, yang pada akhirnya akan mengurangi penggunaan server dan mengakibatkan berkurangnya kebutuhan daya, pendingin, ruang, dan efisiensi biaya operasional.

“Penerapan teknologi virtualisasi data center memungkinkan penghematan konsumsi daya hingga 80%. Seandainya konsumsi daya keseluruhan data center mencapai 1,5% dari total konsumsi daya di Indonesia, maka penerapan virtualisasi berpotensi menghemat 400 miliar rupiah pada bisnis dan industri,” ujar Bambang seperti dikutip detikINET, Rabu (27/8/2008).

Solusi mesin penyimpan data virtual itu dipasarkan Datacraft dengan sebutan Data Centre dan Storage. Hasil dari pemasaran solusi tersebut ditargetkan bisa memberi kontribusi US$ 3,5 juta untuk tahun fiskal 2009 dari total bisnis Datacraft di Indonesia yang dipatok US$ 60 juta per tahun.

“Solusi ini akan memperkuat solusi sebelumnya yaitu iBOSS, Security dan Converged Communications dengan pasar yang kita bidik adalah industri media dan komunikasi, keuangan, dan manufacturing,” tandas Bambang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: