Data Center yang ideal

Ruang Server (Data Center) yang ideal itu

framework: http://www.ptsdcs.com

Data center yang ideal itu. Dari kacamata audit IT, paling tidak harus ada kontrol terhadap:
1. Physical Security Control:
Misalnya Access control (pin / finger scan), Closed room, Log book
2. Environment Control:
Misalnya AC, Fire protection, Leakage protection, Raised Floor, Electrical fault protection

Namun pada prakteknya data center yang ada sering kali tidak dalam kondisi ideal. Hal ini dikarenakan banyak hal seperti:
1. Salah kaprah fungsi data center. Seharusnya data center terlindungi dengan baik, dari akses-akses yang tidak dikehendaki. Seharusnya data center dalam ruangan tertutup yang tidak semua orang tahu. Tapi masalahnya Banyak perusahaan memandang datacenter adalah sesuatu yang harus di expose, dipajang dan ditampilkan. Hal ini terjadi mengingat biaya investasi yang tinggi. Sehingga seringkali datacenter justru merupakan ruangan yang dikelilingi oleh kaca tembus pandang.

2. Strategi pengembangan yang kurang tepat. Banyak perusahaan tidak membuat raised floor karena pada awal perencanaan tidak menduga bahwa data center akan menjadi besar. Tidak dilengkapi dengan AC khusus karena mengira konsumsi panas tidak terlampau tinggi. Dan lain sebagainya seperti kondisi ruangan dalam perusahaan itu sendiri.

3. Egoisme antar department. Pengembangan datacenter merupakan wewenang dari departement IT datacenter misalnya, tapi ada departement lain seperti IT security, IT planning yang merasa memiliki wewenang dalam data center tersebut. Akibatnya disharmonisasi, konflik antar system hingga lepas tangan menjadi pemandangan sehari-hari yang mengakibatkan data center tidak ideal.

Lalu seharusnya bagaimana?
Bagi datacenter yang terlanjur kacau balau. Ada baiknya mencoba mengambil salah satu framework pengelolaan data center seperti diatas. Kemudian dicoba diimplementasikan. Implementasi harus terarah agar investasi tidak terbuang sia-sia.

Pernah dalam suatu kasus, sebuah perusahaan memasang pintu anti bom. Menurut analisanya -atau entah keahlian marketing pintu anti bom- ini adalah sebuah kebutuhan yang mendesak. Tapi setelah melihat kondisi aslinya dimana sebagian dindingnya dibuat dari kaca dan akses card tidak pernah dipergunakan, maka tembok anti bom ini menjadi sia-sia.

Detailnya bisa dilihat di
Data center security procedure.
Searchdatacenter.techtarget.com
csonline.com

ptsdcs.com
.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: