Bekerja Untuk Belajar

Juni 5, 2013

 

Setiap orang pasti memiliki motivasi tertentu dalam setiap tindakan dan kegiatan yang dilakukannya, entah itu bersifat materi maupun nonmateri. Begitu pula dalam bekerja. Orangtua kita dulu sering kali memberikan nasihat yang secara langsung memberikan motivasi kepada kita. “Nak, kamu belajar yang rajin dan tekun agar kelak bisa cepat dapat kerja dan mendapat uang yang banyak.” Demikian salah satu kalimat yang mungkin pernah kita terima. Sepintas, tidak ada masalah dengan nasihat tersebut karena memang orang yang bekerja pastilah mendapatkan imbalan dalam bentuk uang. Namun, menjadikan uang sebagai satu-satunya alasan atau sebagai motivasi utama dalam bekerja, menurut saya, adalah sebuah masalah besar. Kenapa? Karena orang bisa menghalalkan segala cara dalam bekerja demi mendapatkan sejumlah uang yg diidamkannya. Dalam konteks yang berbeda, seseorang bisa merasa kecewa dan frustrasi apabila imbalan uang yang diterimanya tidak sesuai dengan harapannya. Akibatnya, ia malah menjadi malas-malasan dalam bekerja dan cenderung tidak berprestasi. Kalau begitu, apa motivasi lain yang perlu kita kembangkan selain uang? Belajar. Ya betul, belajar adalah salah satu motivasi yang sangat baik bagi siapa pun dalam posisi apa pun dan di mana pun ia berada. Apalagi bagi seorang karyawan/pegawai yang masih relatif muda secara usia dan pengalaman. Sekolah atau kuliah memang mengajarkan banyak hal, namun hampir sebagian ilmu yang kita pelajari di meja sekolah/kuliah terkadang “hilang” begitu saja ketika kita masuk dunia kerja. Apalagi bila kita bekerja dalam bidang yang tidak relevan dengan bidang sekolah/kuliah dulu. Oleh karenanya, saya sering berpikir bahwa bekerja adalah lahan belajar yang sebenarnya. Bekerja adalah dunia belajar yang sesungguhnya yang sangat penting dalam mengasah ilmu dan skill seseorang. Seseorang yang punya motivasi belajar dalam bekerja, akan cenderung ingin melakukan hal-hal sebagai berikut:

– mengetahui banyak hal baru, bukan hanya bidang yang digelutinya saat ini.

– mencoba banyak hal lain, dengan tujuan untuk menambah pengalaman.

– secara sukarela membantu rekan kerjanya baik sesama bagian maupun berbeda departemen.

– menantang dirinya sendiri untuk mampu menyelesaikan masalah-masalah yang sebenarnya.

Seseorang yang memiliki motivasi belajar dalam bekerja tidak akan pernah merasa rugi, apa pun kondisi yang dialaminya, berapapun imbalan yang diterimanya dan bagaimanapun kondisi perusahaannya. Ia akan tetap menatap dengan penuh optimis dan antusias. Cara belajar terbaik adalah dengan melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan atau dengan kata lain dengan cara bekerja, sebagaimana pesan dari Benjamin Franklin (seorang tokoh ternama dunia; pemimpin revolusi AS), yaitu “Tell me and I forget, teach me and I may remember, involve me and I learn.”

Big Question from the Little Boy

Januari 13, 2013

An twelve-year-old boy approached an old man, looked up into his eyes, and asked:

“I understand you’re a very wise man. I’d like to know the secret of life.” 

The old man looked down at the youngster and replied:

“I’ve thought a lot in my lifetime, and the secret can be summed up in four words. 

The first is to “think”. Think about the values you wish to live your life by. 

The second is to “believe”. Believe in yourself based on the thinking you’ve done about the values you’re going to live your life by. 

The third is to “dream”. Dream about the things that can be, based on your belief in yourself and the values you’re going to live by. 

The last is to “dare”. Dare to make your dreams become reality, based on your belief in yourself and your values.” 

And with that, Walter E. Disney said to the little boy, “Think, Believe, Dream, and Dare”.

Gambar

Mengapa Cincin Pernikahan berada di jari manis?

Januari 13, 2013

Ini bukan mitos tapi keajaiban, coba ikuti langkah-langkah berikut :

cincin nikah

1. Gabungkan ke dua telapak tangan kita, kemudian jari tengah ditekuk ke dalam;

2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya;

3. Permainan dimulai…..5 pasang jari tetapi akan ada hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan;

4. Cobalah membuka IBU JARI kita. Ibu jari mewakili ORANG TUA. Ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti;

5. Tutup kembali ibu jari kita. Kemudian buka jari TELUNJUK kita. Jari telunjuk mewakili KΑKΑK & ΑDIK. Mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita;

6. Sekarang tutup kembali jari telunjuk kita. Lalu buka jari KELINGKING. Jari kelingking ini mewakili ΑNΑK ΑNΑK. Cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita;

7. Selanjutnya, tutup jari kelingking kita. Dan cobalah buka JARI MANIS kita, tempat dimana kita menaruh cincin pernikahan kita. Pasti kita akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka…..

Mengapa…?????
Karena jari manis mewakili SUAMI ISƬERI. Selama hidup, kita dan pasangan kita akan melekat satu sama lain.

Oleh karena itu selama masih ada waktu…..jangan sia-siakan dan jangan sakiti pasangan kita.

Berusahalah untuk membahagiakan pasangan kita, baik dalam suka maupun duka.

Buat semua yang sudah menikah, dan bagi yang belum menikah, pakailah ini sebagai pembelajaran…hingga kelak bisa saling menghargai dan mengasihi pasangan yang TUHAN berikan bagi hidup kita. Dan apa yg di persatukan oleh TUHAN tidak boleh di pisakan oleh manusia. Hanya kematianlah yang dapat memisahkannya.

*Matius 19:6,
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Tuhan Yesus Memberkati.

I Have A Dream

Agustus 28, 2012

I Have A Dream (Fenomena Susan Boyle)

ebd597a05d4cbabfb8233a66fc429400f52933f8_m

Kalimat di atas selalu dianggap milik dari pejuang legendaris Martin Luther King Jr. Entah mengapa. Namun semua orang pasti pernah mengatakan itu tanpa mengetahui sebelumnya bahwa kalimat itu populer karena pernah dikatakan oleh Martin Luther King Jr.

Kata “dream” jika dimaknai dalam Bahasa Indonesia adalah “impian” dan setara dengan kata “cita-cita”. Jadi kalimat “I have a dream” kurang lebih sepadan dengan “Saya punya cita-cita.” dan Saya punya cerita aktual dan fenomenal tentang seseorang dalam menggapai cita-cita.

Susan Boyle

Sabtu minggu lalu, tepatnya 11 April 2009, tidak ada seorang pun yang mengenal Susan Boyle. Esok harinya, seluruh dunia (yup! seluruh dunia! Shame on you if you don’t) mengenal Susan Boyle! Susan Boyle adalah representasi dari orang yang pantang menyerah dalam mengejar cita-cita. Jutaan orang di dunia menangis (setidaknya diliputi haru) melihat penampilan Susan Boyle pada acara Britain’s Got Talent, Sabtu, minggu lalu.

Simon Cowell “Aye, what’s your name darling?
Susan “My name is Susan Boyle.

Simon Cowell “How old are you Susan?
Susan “I’m 47.

Simon Cowell “Ok, what’s the dream?
Susan “I’m trying to be a professional singer.
Simon Cowell “And why hasn’t it worth tried so far Susan?
Susan “Well, I haven’t given the chance before, I hope here whole thing will get changed.

Obrolan pembuka antara Simon Cowell dan Susan Boyle di awal penampilan Susan mengundang tawa bernada cemooh dari para penonton.

Susan kemudian menyanyikan soundtrack Les Miserables, I Dreamed A Dream. Usai bernyanyi, berikut komentar para juri:

Piers Morgan “Without a doubt, that was the biggest surprise I have had in three years on the show. When you stood there with a cheeky grin(?) and said ‘I wanna be like Elaine Paige’ everyone was laughing at you, no one is laughing now…that was stunning, an incredible performance. Amazing.

Amanda Holden “I am so thrilled because I know that everybody was against you. I honestly think that we were all being very cynical and that was the biggest wake up call ever, and I just want to say that was a complete privilege listening to that, it was instant brilliant!

Simon Cowell “Susan, I knew the minute you walked out on that stage that we were gonna hear something extraordinary and I was right.

Keesokan harinya, Susan Boyle berada di koran-koran Inggris di halaman pertama diikuti liputan-liputan media cetak dan televisi di seluruh dunia. Hingga tulisan ini gw buat, sekitar 50 juta orang telah menyaksikan Susan Boyle via youtube. Susan diakui oleh para pengamat vokal memiliki suara sopran yang sangat jernih dan bening dengan kualitas yang luar biasa.

Jutaan orang di dunia sesaat kemudian tersadar dan belajar banyak hal. Pertama, Susan awalnya bukan saja jadi bahan tertawaan, ia bahkan serasa tidak diharapkan dan juga dilecehkan (lihat stiker nomor peserta yang ditempel asal-asalan di dadanya, bukan di baju!). Setelah selesai bernyanyi, orang-orang baru tersadar bahwa mereka telah menilai keliru sebuah buku berkualitas tinggi hanya dengan melihat sampulnya yang butut. Susan menghadapi semuanya dengan tenang.

Kedua, Susan adalah representasi orang yang tak pernah padam cita-citanya. Ia ingin menjadi seperti Elaine Paige, seorang penyanyi teater terkenal asal Inggris. Walau umur telah menginjak 47 tahun, Susan tahu bahwa kesempatan bisa datang kapan saja dan ia harus bersabar. (Gw jadi ingat Kolonel tua yang membuat ayam goreng KFC). Bandingkan dengan kebanyakan kita yang cita-citanya padam saat umur masih sangat muda. Menyerah pada kenyataan. Susan Boyle memberikan pelajaran berharga pada dunia.

Ketiga, tidak ada yang tidak mungkin. Susan Boyle membuktikannya. Itulah mengapa ia begitu fenomenal

Sumber : klik disini

AIR INI HANYA KHUSUS UNTUK INSINYUR

Juli 5, 2012

Ini sebuah kisah nyata inspiratif, memiliki cara berpikir positif atas segala hal sehingga menghasilkan “buah” yang manis di kemudian hari.

  
Foto ilustrasi (tniedcnie.blogspot.com)

 
Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an.

Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan “SIKAP POSITIF” . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu”

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: “Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.”

Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampai di sini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan kamu apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

 
Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.
Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Jangan Menjadi Batu Sandungan

April 2, 2012

Dikisahkan, ada seorang anak muda yang mempunyai temperamen tinggi. Seringkali karena hal-hal sepele, dia mudah tersinggung dan marah, bahkan bila perlu berkelahi dengan orang lain yang dianggap telah menghinanya. Orangtuanya berkali-kalimenasihati agar belajar bersabar dan mau mengerti orang lain, tetapi si anak tidak menggubris dan menganggapnya sebagai angin lalu. Suatu hari saat berkendara di jalan raya, sepeda motor yang dikendarai bersama temannya dilanggar oleh orang lain. Sifat pemarahnya pun muncul. Dengan perasaan jengkel, segera saja motor itu dikejar dan dipepet dengan tingkah sok jagoan. Merasa dirinya menang, saat menyaksikan orang tadi meminggirkan motornya, dia pun tancap gas sambil tertawa terbahak-bahak. Tidak lama kemudian terdengar teriakan nyaring disertai bunyi benda terjatuh keras. Rupanya karena tidak konsentrasi pada jalanan, terjadilah kecelakaan yang melukai dirinya sendiri serta teman yang dibonceng. Akibat kecelakaan itu, teman yang dibonceng terpental dan mengalami luka yang cukup parah. Dia sendiri hanya mengalami luka ringan, sedangkan motornya rusak tidak karuan. Saat menengok teman yang dirawat di rumah sakit, dia berjumpa dengan orangtua temannya. Dengan tersipu malu dia berkata, “Maafkan saya Pak, Bu. Saya yang mengendarai dan merusakkan motornya, serta mencelakai Anto. Semua salah saya. Saya akan berusaha meminta orangtua saya untuk membantu biaya perbaikan motor dan biaya perawatan di rumah sakit ini.” Ayah si teman menjawab dengan sabar, “Anak muda. Bapak tidak mempermasalahkan biaya rumah sakit dan perbaikan motor. Walaupun harus mengeluarkan uang, itu semua bisa diselesaikan. Yang penting, kita harus bersyukur karena kalian selamat dan hanya mengalami luka-luka yang tidak membahayakan nyawa. Bapak hanya ingin mengingatkan kepada kalian, bahwa hidup ini adalah berkat! Berkat yang tidak boleh disia-siakan oleh siapapun. Maka paling sedikit, berusahalah bermanfaat bagi dirimu sendiri. Jika kalian merasa belum bisa menjadi berkat bagi orang lain, ya setidaknya cobalah jangan menjadi batu sandungan untuk orang lain. Dengan berkendaraan ugal-ugalan, bukan hanya tidak menghargai berkat yang diberikan Yang Maha Kuasa, kalian juga telah menjadi batu sandungan bagi kehidupan orang lain. Itu sungguh hidup yang sia-sia. Bapak tidak ingin kalian menjadi orang seperti itu. Harap kalian mengerti.” ……..Himpitan beban kehidupan, sering kali membuat manusia sekarang ini mudah tersinggung dan sibuk mengumbar emosi. Semakin arogan terasa semakin hebat. Apalagi jika bisa menindas orang lain, akan merasa dirinya jagoan. Hal ini sungguh “penyakit mental” yang tidak perlu dipelihara alias harus segera dibuang! Perlu diingat, bila belum mampu menjadi berkat bagi orang lain, setidaknya jangan menjadi batu sandungan bagi sesama.

Si Bijak dan Si Angkuh di Rumah Pohon

Maret 9, 2012

Si bijak: “Aku telah membuat sebuah rumah pohon dari kayu-kayu kuat yang kudapat kemarin. Mari singgah ke rumahku…” Si angkuh: “Hah, hanya begini saja rumah pohon buatanmu? Buatanku pasti lebih bagus dari ini,” saat berkunjung ke rumah pohon si bijak. Si angkuh: “Di dalamnya akan kubuat nyaman dengan AC di sebuah sudut sehingga saat tidur di sana tak akan merasa sepanas ini.” Si bijak: “Ah benar kawan, memang itulah yang kita butuhkan. Sebuah jendela, agar udara tidak pengap dan terasa sejuk.” Maka si bijak membuat beberapa buah jendela agar udara bisa berganti, dan di dalam terasa sejuk. Keesokan harinya, si angkuh kembali berkunjung ke rumah pohon si bijak. Si angkuh: “Rumah pohonku tak akan sesunyi ini. Di sana pasti ramai dan menyenangkan, banyak hiburan yang akan kubuat agar tidak bosan.” Si bijak: “Ah benar, hiburan apa yang bisa kuhadirkan di sini ya?” Si bijak merenung sebentar. Membawa peralatannya kembali, memasang sebuah meja dan mengatur beberapa buku di atasnya. “Rumah pohon ini tentu akan memberikan kenyamanan saat membaca, didukung angin semilir dan suasana yang tenang,” pikir si bijak. Si angkuh: “Akan kubangun lift agar tak lelah saat memanjat di rumah pohonku nanti. Lihat saja, betapa sulitnya kita memanjat tadi…” Si bijak: “Terima kasih saudaraku. Kau memang punya banyak ide.” Si bijak kemudian mengambil beberapa kayu dan dibuatnyalah anak tangga. Dengan sedikit keterampilannya, ia membuat anak-anak tangga tersimpul kuat dengan tali tambang. Jadilah sebuah tangga yang mempermudah orang yang ingin pergi ke rumah pohon. Si angkuh: “Tentunya aku tak akan sesembrono kamu membiarkan sebuah rumah tak punya pintu. Aku akan membangun sebuah pintu yang terbuat dari emas, indah dengan tatahan permata…” Si bijak: “Wah benar juga, bagaimana jika cuaca hujan, tentunya air akan mudah masuk jika tak ada pintu.” Segeralah dibuat sebuah pintu agar semua orang dapat terlindungi di dalam rumah pohon tersebut, tidak panas dan tidak basah jika cuaca berubah…” Suatu hari, si bijak mengundang orang-orang untuk singgah ke rumah pohonnya. Banyak orang yang mengagumi rumah pohon buatan si bijak. Tak sedikit pula orang yang memesan dibuatkan rumah pohon. Sementara si angkuh hanya bisa berkoar, mengoreksi semua pekerjaan si bijak namun tak pernah menunjukkan di mana sebenarnya rumah pohon buatannya. Ingatlah, bahwa sesumbar tak akan menghasilkan apapun. Sebuah kesuksesan diawali dari ide yang digabungkan melalui sebuah usaha. Belajar dari kesalahan dan pengalaman, dan membuat semuanya menjadi lebih baik setiap harinya. Berhentilah berbicara dan sesumbar saja, mulailah semuanya dengan aksi yang paling sederhana.

SUMBER: Agatha Yunita – kapanlagi.com

 

 

 

Ayo Maju, Nasib yang Lebih Baik Menanti Anda

Januari 30, 2012

Ayo Maju, Nasib yang Lebih Baik Menanti Anda

Bob Moore, punya cerita menarik yang dapat kita jadikan pemacu motivasi kita agar lebih gigih dan tidak mudah menyerah dalam hal apapun. Pertanyaan ; Sungguh mengherankan bahwa ternyata tidak banyak dari diantara kita yang bertanya pada diri sendiri tentang pertanyaan yang penting itu.
Beberapa tahun yang lalu, Bob Moore diundang untuk mendengarkan seorang wanita berkedudukan penting yang memberikan ceramah kepada para mahasiswa disebuah kolese kecil di Calofornia Selatan. Bangsal dipenuhi mahasiswa yang penuh semangat karena mendapat kesempatan mendengarkan seseorang yang sangat terkenal dibidangnya. Setelah sang Gubernur menyampaikan kata sambutannya, si pembicara maju mendekati mikrofon, memandang khalayak pendengarnya dari kiri, ke kanan, dan mulai: “Saya dilahirkan oleh seorang ibu yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat bicara, alias Bisu dan Tuli.
Saya tidak tahu siapa Ayah saya, apakah dia masih hidup atau sudah meninggal. Pekerjaan pertama yang saya geluti adalah di Pertanian Kapas”Para pendengar tertegun. “Tidak ada sesuatu pun yang akan tetap sama jika kita tidak menghendaki begitu,” dia melanjutkan. “Bukan nasib, bukan keadaan, dan juga bukan kita dilahirkan demikian yang menyebabkan masa depan kita menjadi demikian.”
Dan dengan suara perlahan, dia mengulangi, “Tidak ada sesuatupun yang akan tetap sama jika kita tidak menghendakinya begitu.””Yang harus dilakukan orang adalah,” dia menambahkan dengan suara tegas, “Mengubah keadaan yang mendatangkan ketidakbahagiaan atau ketidakpuasan dengan menjawab pertanyaan: “Saya ingin keadaan ini menjadi seperti apa?, Lalu kita harus bekerja sendiri dengan tekad baja untuk mewujudkannya.” Kemudian, sebuah senyuman cantik mengembang ketika dia berkata, “Nama saya Azie Taylor Morton. Saya sekarang berdiri disini sebagai Menteri Keuangan Amerika Serikat.”
Sumber: The Question by Bob Moore, disadur dari ‘Chicken Soup for the Soul at Work’ Copyright 1996 by Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Maida Rogerson, Martin Rutte & Tim Clauss

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia

Januari 19, 2012

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta *)

12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam………………………..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia………….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,

Capt. Novianto Herupratomo

 

 

*) Disadur dari kaskus.us

HANYA SATU JALAN?

Januari 17, 2012

Tanggal: Selasa, 17 Januari 2012

Bacaan : Kisah Para Rasul 4:1-13

Setahun: Kejadian 16-18

Nats: Tidak ada keselamatan di dalam siapapun juga selain di dalam

Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lainyang

diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan

(Kisah Para Rasul 4:12)

 

Judul:

 

HANYA SATU JALAN?

 

Apakah Yesus satu-satunya jalanbagi keselamatan manusia? Men-jawab

pertanyaan ini, Robertson McQuilkin memberi suatu analogi. Bayangkan

Anda adalah satpam rumah sakit yang bertugas di lantai 10. Anda tahu

lokasi tangga darurat yang denahnya sudah ditandai dengan jelas.

Ketika terjadi kebakaran besar, tepatkah jika Anda mendiskusikan

kemungkinan adanya jalan aman selain melalui tangga darurat tersebut

atau kemungkinan selamat jika terjun dari lantai 10? Tanggapan

paling tepat adalah membawa semua pasien secepat mungkin menuju

tangga darurat.

Petrus dan Yohanes ditangkap, ditahan, dan disidang. Mereka diancam

dan dilarang keras untuk berbicara tentang Yesus. Namun, mereka

tidak dapat dihentikan. Alasannya lugas dan logis: Jika keselamatan

bagi manusia di seluruh dunia hanya ada di dalam iman kepada karya

Yesus (ayat 12), bagaimana mungkin tidak menyebarluaskan pengalaman

dan kabar baik ini kepada semua orang (ayat 20)? Tidak mungkin.

Yesus sendiri pernah mengajar mereka, “Tidak ada seorang pun yang

datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Pertanyaan besarnya bukanlah mengapa jalan keselamatan hanya satu

atau bagaimana nasib kekal dari orang-orang yang terhilang. Misteri

besarnya ialah mengapa kita sibuk melakukan banyak hal yang baik,

tetapi tak sempat mengusahakan agar semua orang mendengar Firman

kehidupan dalam Kristus yang memerdekakan.

 

Daripada mencari alasan pemaaf bagi kita untuk tidak membagikan

kabar kelepasan ini, mari kita mencari cara kreatif untuk

menyampaikannya kepada sebanyak mungkin orang –JOO

 

PAKAILAH SETIAP KESEMPATAN YANG ADA

MEMBAWA ORANG SELANGKAH LEBIH DEKAT KEPADA KRISTUS

 

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-01-17

e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/01/17/

 

Diskusi renungan ini di Facebook:

http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/01/17/

 

Ayat Alkitab:        http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+4:1-13

 

Kisah Para Rasul 4:1-13

 

1  Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak,

mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait

Allah serta orang-orang Saduki.

2  Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak

dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara

orang mati.

3  Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan

harinya, karena hari telah malam.

4  Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang

menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima

ribu orang laki-laki.

5  Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan

ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem

6  dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan

semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.

7  Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai

diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau

dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”

8  Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai

pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,

9  jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada

seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang

itu disembuhkan,

10  maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel,

bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu

salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang

mati–bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan

sehat sekarang di depan kamu.

11  Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang

bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu

penjuru.

12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam

Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang

diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

13  Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan

mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar,

heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut

Yesus.

 

Bacaan Alkitab Setahun:

http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+16-18

Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+16-18

 

 

 

Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia

Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria